Saturday, 23 January 2016

Eksklusif, Lika Lucu Raditya Dika


HomeCeleb
Eksklusif, Lika Lucu Raditya Dika
By Edy Suherli on 08 Okt 2015 at 08:00 WIB
Bintang.com, Jakarta Dalam melakoni dunia komedi, Raditya Dika punya resep sendiri. Tampil beda adalah kunci utama untuk bisa eksis. Bagaimana lika-liku pria berzodiak capricorn ini menggeluti dunia komedi, tak segan ia tularkan pada juniornya. Dia tak khawatir jika junior yang dibantunya justru lebih sukses dari dirinya.

***

Pemilik nama lengkap Dika Angkasaputra Moerwani ini mencuri perhatian publik setelah karya pertamanya yang berjudul Kambing Jantan: Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh (2005) dibukukan. Buku yang ditulis dengan konsep diary ini menceritakan soal kehidupan Radith --begitu ia biasa disapa-- menimba ilmu di Adelaide, Australia. Sebelum dibukukan ia sudah mempubikasikan melalui blog pribadinya www.kambingjantan.com. Belakangan blog ini ia ganti namanya menjadi namanya sendiri www.radityadika.com.

Pria yang lahir di Jakarta, 28 Desember 1984  ini makin produktif setelah buku pertamanya best seller. Setelah karya pertama diterbitkan disusul dengan karya berikutnya; Cinta Brontosaurus (2006), lalu  tahun berikutnya terbit  Radikus Makankakus: Bukan Binatang Biasa (2007).  Tahun  2008 Raditya Dika menerbitkan Babi Ngesot: Datang Tak Diundang Pulang Tak Berkutang, Marmut Merah Jambu (2010) dan  Manusia Setengah Salmon (2011). Lama tidak menerbitkan buku, baru pada tahun 2015 ia meluncurkan buku Koala Kumal. Dalam setiap karyanya selalu ada unsur hewan. Tampaknya ini mencari salah satu ciri khas dalam setiap karya pria penyuka kucing ini.

Baca juga: Raditya Dika Ajak Penggemar Nonton Stand Up Comedy Academy

Ia memang tak jauh-jauh dalam mencari inspirasi, dirinya sendiri. Ketika mengajari orang lain yang coba ia tanamkan juga demikian. "Saya tekankan kepada mereka yang ingin mengasah bakat dalam dunia komedi untuk menggali apa yang ada pada dirinya dan dekat dengan dirinya. Apa yang ia gelisahkan sehari-hari, itu yang paling gampang dieksplorasi," ujarnya.

 

Raditya Dika. (Fotografer: Andy Masela, Digital Imaging: Denti Ebtaviani/Bintang.com)
Memiliki penggemar yang loyal membuat keuntungan sendiri bagi Radith. Saat  bukunya hendak difilmkan mereka sudah menanti. Hampir seluruh bukunya sudah difilmkan. Ia juga terlibat dalam produksi film-flm tersebut mulai dari penulisan skenario dan juga sebagai pemain. Bahkan dalam beberapa judul Radith juga bertindak sebagai sutradara.

Apa tidak kerepotan? "Ya kalau ditanya repot atau tidak ya repot. Namun harus pintar membagi konsentrasi saja. Terutama saat bertindak sebagai sutradara dan juga harus menjadi pemain," ujar Raditya Dika yang menyutradarai film Marmut Merah Jambu (2014) dan Malam Minggu Miko The Movie (2014).

 

Raditya Dika. (Fotografer: Andy Masela, Digital Imaging: Denti Ebtaviani/Bintang.com)
Raditya Dika tak pelit berbagi ilmu, malah ia suka dengan aktifitas mengajar. Dalam acara Stand Up Comedy Academy yang ditayangkan Indosiar setiap Senin hingga Kamis sejak 5 Oktober 2015 lalu,  ia bertindak sebagai mentor dan juri tamu.  Lewat even ini ia berharap akal lahir komedian yang andal.

Ia tak takut jika mereka yang ia metori bisa lebih bagus, lebih populer dari dirinya. "Enggak masalah kalau mereka lebih bagus dan lebih populer dari aku. Aku tidak menganggap mereka sebagai saingan, tapi sebagai partner," ujarnya kepada Edy Suherli, Henry, dan Andy Masela dari Bintang.com yang menyambanginya di kantor Indosiar, bilangan Daan Mogot Jakarta Barat, pada Rabu (7/10/2015). Inilah petikan selengkapnya

No comments:

Post a Comment